Resep Wedang Jahe Secang

wedang secang

Wedang Jahe Secang yang berwana merah alami saat ini sulit ditemui di warung-warung pinggir jalan. Bisa jadi kesulitan mencari bahan baku kayu secang, atau sudah jarang diminati orang, padahal bagus untuk kesehatan. Meskipun sekarang banyak wedang secang dikemas dalam bentuk instan, tinggal di seduh dengan air panas kita bisa membuat wedang secang sendiri plus ditambah jahe biar tambah hangat.

Resep Wedang Jahe Secang

Bahan-bahan membuat Wedang Jahe Secang:

  • Air 1.500 liter
  • Kayu Secang 10 gram
  • Serai 2 batang ( diambil putihnya , bakar lalu dimemarkan )
  • Kayu manis 2 cm
  • Cengkeh 2 butir
  • Kapulaga 2 butir
  • Jahe 300 gram ( bakar , kupas , memarkan )
  • Gula pasir 125 gram
  • Susu kental manis 150 gram (jika suka)

Cara Membuat Wedang Jahe Secang:

  1. Campurkan kayu secang, serai, kayumanis, cengkeh, kapulaga  dan jahe ke dalam air. Masak semua bahan sambil diaduk dengan api kecil hingga bebau wangi, kemudian disaring untuk memisahkan dengan bahan yang tidak hancur.
  2. Kemudian masak kembali dengan meambahkan gula pasir dan aduk sampai larut.
  3. Wedang secang jahe siap dihidangkan. Boleh ditambah dengan susu kental manis jika suka.

Resep lainnya di Lentera Keluarga yang dapat Anda coba:


Tentang Pohon Secang

Pohon secang, yang memiliki nama ilmiah Caesalpinia sappan, adalah sejenis pohon yang berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia. Kayu dari pohon ini terkenal karena ekstraknya yang digunakan dalam berbagai aplikasi tradisional, termasuk sebagai pewarna alami, obat tradisional, dan bahan pewarna dalam industri tekstil.

Berikut adalah beberapa informasi tambahan tentang kayu secang:

  1. Pohon kayu secang memiliki batang yang tegak dan daun majemuk yang terdiri dari sejumlah kecil daun kecil yang tersusun secara bertingkat. Buahnya berbentuk polong yang memanjang dan mengandung biji-biji kecil.
  2. Kayu secang mengandung senyawa kimia yang disebut brazilin dan brazilein, yang memberikan warna merah cerah ketika diekstraksi. Ekstrak dari kayu secang telah lama digunakan sebagai pewarna alami untuk makanan, minuman, dan tekstil, terutama di Asia.
  3. Di Indonesia, ekstrak kayu secang sering digunakan dalam pembuatan jamu atau obat tradisional. Kayu secang dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk sebagai tonik darah, peluruh kencing, serta untuk mengatasi masalah pencernaan.
  4. Ekstrak kayu secang juga digunakan dalam industri tekstil untuk memberikan warna merah atau ungu pada kain. Proses pewarnaan dengan kayu secang umumnya melibatkan perendaman kain dalam larutan ekstrak kayu secang dan proses penambahan zat pembantu tertentu untuk menghasilkan warna yang diinginkan.
  5. Pohon kayu secang dapat tumbuh subur di daerah dengan iklim tropis atau subtropis. Namun, karena eksploitasi yang berlebihan dan perusakan habitat alaminya, populasinya saat ini terancam dan beberapa upaya telah dilakukan untuk melindungi spesies ini melalui program penanaman kembali dan konservasi.

Kayu secang memiliki peran penting dalam budaya dan industri di berbagai negara Asia Tenggara. Selain menjadi sumber pewarna alami dan obat tradisional, kayu secang juga menjadi bagian dari warisan alam dan budaya yang perlu dilestarikan untuk generasi mendatang.

 

Resep Wedang Jahe Secang – Lentera Keluarga Indonesia

Recommended For You

About the Author: Keluargaku

Lentera Keluarga turut mengantar menuju masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *