Melatih Anak Mandiri Sejak Dini

Posted on

Melatih anak agar bisa mandiri bisa dilakukan sejak usia dini. Saat tangan anak berusaha menggapai sesuatu pada usia 6 bulan, sebenarnya ia sudah mulai belajar untuk mandiri. Namun terkadang orangtua tanpa disadari menghambat kesempatan anak untuk menjadi mandiri. Hal ini wajar karena orang tua memiliki naluri untuk berusaha membantu dan memenuhi kebutuhan anak.

Terkadang orang tua melakukan hal-hal yang sebenarnya bisa dilakukan anak seusianya dengan berbagai alasan terlalu mencintai sehingga timbul rasa kasihan, takut tidak mampu, takut celaka dan sebagainya. Berikan anak kesempatan untuk melakukan sesuatu sendiri. Biarkan ia melakukan berbagai hal yang ingin dan boleh dilakukan anak seusianya sebagai langkah awal mengajarkan kemandirian kepada anak.

Melatih Anak Mandiri Sejak Dini

Melatih Kemandirian Anak

Saat usia anak 1 tahun, dalam kondisi normal anak sudah bisa memasukkan sendok ke mulutnya. Namun terkadang orang tua enggan membiarkan dia makan sendiri dengan alasan takut jadi berantakan dan belepotan. Tak ada salahnya membiarkan anak belajar makan sendiri. Bukan berarti, orangtua sama sekali tak boleh menyuapinya. Tetapi, beri si kecil kesempatan melatih kemampuan makannya sendiri agar memiliki kesempatan untuk menjadi mandiri.

Memang proses menuju kemandirian yang alami seutuhnya sepertinya terlihat ribet atau berantakan, namun itu tidak menjadi masalah, jika semua hal yang dilakukan anak masih jauh dari kategori sempurna. Justru rasa tidak tega orang tua saat melihat anak berusaha sendiri terkadang menghambat kemandirian si anak. Banyak orang tua berpikir bahwa anak masih terlalu kecil untuk melakukan segalanya sendiri, padahal itu merupakan kesempatan bagi anak untuk belajar mandiri.

Saat anak mulai sekolah pun kesempatan untuk belajar mandiri untuk anak semakin banyak. Hanya saja orang tua perlu sabar atau memberi ruang waktu yang lebih banyak saat anak berlatih memakai baju seragam, memakai sepatu hingga membawa tas sendiri ke sekolah. Proses ini cukup penting sebagai bekal pengalaman saat bersekolah dimana orang tua tidak lagi mendampingi.

Hal yang terpenting dalam mengajarkan kemandirian kepada anak adalah dukungan dari semua anggota keluarga, termasuk pengasuh anak jika ada. Pengasuh jangan dianggap dapat membereskan urusan anak, tidak rewel, tidak membuat rumah berantakan sehingga “majikan” dapat melihat kerja pengasuh beres. Buatlah pengasuh sebagai pengawas atau guru untuk anak dalam belajar mandiri, bukan membantu agar semua beres.

Seiring pertambahan usia anak, orang tua dapat memberi tantangan atau tugas baru yang lebih rumit agar anak tidak cepat bosan dan memiliki pengalaman baru. Misalkan sudah bisa makan sendiri menggunakan sendok dan garpu, bisa diajarkan menggunakan sumpit untuk makan.

Bila perlu, orang tua dapat memberi penghargaan atau hadiah jika berhasil dalam mengerjakan sesuatu dengan mandiri. Namun jangan sampai anak hanya mengejar hadiah saja dalam melakukan sesuatu. Hadiah hanya sebagai penyemangat dan yang utama adalah membantu anak untuk memiliki karakter mandiri, percaya diri, dan mampu mengerjakan segala sesuatu dengan penuh tanggung jawab.

 

Melatih Anak Mandiri Sejak Dini – Lentera Keluarga

Gambar Gravatar
Lentera Keluarga turut mengantar menuju masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *