Fungsi Utama Kemasan Bahan Makanan

Fungsi utama yang paling mendasar dari kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi produk dari kerusakan-kerusakan, baik kerusakan fisik (benturan/gesekan/goresan, dam lain-lain) ataupun kerusakan kimia (permeasi gas, kelembapan uap air, reaksi oksigen, dan air) dan biologik (kapang/mikroba), sehingga lebih mudah disimpan, diangkut, distribusikan, dipromosikan, dan dipasarkan.

Kemasan juga berfungsi mencegah terjadinya kontaminasi, baik kontaminasi berupa serangga, binatang pengerat, atau pun bahan kimia pada produk pangan yang dikemas.

Kemasan Bahan Makanan

Kemasan Mencegah Kerusakan Bahan Makanan

Dalam hal produk makanan maupun bahan makanan, faktor pencegahan kerusakan makanan merupakan faktor paling utama yang harus didahulukan. Oleh karenanya perlu diketahui berbagai ancaman yang menyebabkan bahan makanan tersebut rusak.

Unsur-unsur Perusak

Unsur perusak ialah semua unsur, apa pun adanya, bila:

  • Memang dapat merusak komponen produknya.
  • Dapat merusak bila ada unsur lain.
  • Dapat merusak bila bersama-sama dengan unsur lain.
  • Atau justru unsur tersebut yang dirusak oleh unsur lain.
  • Atau unsur sendiri rusak karena unsur waktu.

Apabila unsur tersebut dapat berakibat pada penurunan mutu produknya, maka kesemuanya itu disebut unsur perusak.

Unsur perusak menurut jenisnya dapat dibagi-bagi sebagai berikut:

1. Unsur perusak yang berasal dari alam.

  • Sinar matahari, terutama komponen sinar ultravioletnya.
  • Panasnya suhu udara.
  • Gas-gas yang ada dalam udara, terutama gas oksigen.
  • Kelembapan udara.
  • Tekanan udara, terutama penurunan tekanan.
  • Debu, air, terutama air laut.

2. Unsur perusak dari mikroba.

  • Bakteri.
  • Ragi/kapang/jamur, dan sebagainya.

3. Unsur perusak dari produknya sendiri.

  • Reaksi kimia yang belum berhenti.
  • Reaksi biokimia yang belum berhenti.
  • Reaksi alamiah produknya sendiri.

4. Unsur perusak dari binatang.

  • Ngengat, serangga, tikus, dan lainnya.

5. Unsur perusak dari gaya mekanis.

  • Tekanan, desakan, hempasan, bantingan, gesekan, getaran, puntiran, tusukan, dan sebagainya.

Unsur perusak dari alam pada umumnya dapat dikurangi pengaruhnya oleh kemasan inti. Panasnya udara sedikit di atas atau di bawah suhu rata-rata udara masih dapat ditanggulangi dengan kemasan, tetapi perbedaan yang cukup menyolok harus dibantu dengan alat pendingin atau oleh sistem pergudangan/transportasi yang memiliki sirkulasi udara maupun sistem pendingin. Lebih lanjut tentang unsur perusak ini akan dibahas di bawah ini.

Mikroba-mikroba dari luar jelas dapat dicegah agar tidak dapat menerobos kemasan. Mikroba yang telah berada dalam kemasan masih dapat ditekan laju pertumbuhannya atau kemampuan perusaknya dengan mencegah masuknya unsur pengaktif mikroba tersebut, misal bertambahnya kelembaban, masuknya oksigen, masuknya sinar matahari, dan sebagainya.

Apabila terdapat unsur perusak dari sifat produknya sendiri, maka kemasan tidak dapat banyak membantu. Pengemas masih dapat berbuat sesuatu asal didampingi dengan usaha-usaha lainnya. Sebagai contoh, produk susu adalah salah satu produk yang sangat mudah rusak. Pengemasan yang direncanakan sedemikian rupa hanya dapat membantu sampai produk susu tersebut dibuka, yang mengakibatkan masuknya udara. Proses ini mempercepat busuknya susu tersebut. Perusahaan harus menempuh usaha lain seperti membuat produk susu UHT agar produk inti tidak cepat rusak.

Adapun unsur perusak berupa binatang (rayap, tikus), kemasan tidak dapat berbuat banyak. Bahkan kadang- kadang ada bahan kemasan yang disukai oleh binatang perusak tersebut.

Unsur perusak gaya mekanis dapat dikurangi pengaruh perusaknya terutama dari kemasan transportasinya. Unsur perusak ini terutama timbul pada saat penimbunan di gudang dan pada saat ditransportasikan/diekspor.

 

Fungsi Utama Kemasan Bahan Makanan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *