6 Pola Pendidikan Islam Pada Keluarga

Pendidikan Islam pada keluarga akan membantu untuk menjalankan kehidupan sesuai kaidah-kaidah yang berlaku dalam agama. Pendidikan Islam tidak selalu diperoleh dari lembaga pendidikan, keluarga juga merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam keberhasilan pendidikan Islam. Lingkungan keluarga merupakan partner penting suksesnya pelaksanaan pendidikan Islam. Pelaksanaan pendidikan Islam sebaik apapun, kalau tidak didukung oleh lingkungan keluarga Islami akan kurang berhasil dengan maksimal.

 

Pendidikan Islam Pada Keluarga

Pendidikan Islam yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, diantaranya sebagai berikut: (1) selalu menjaga shalat lima waktu, (2) selalu belajar tentang Islam , (3) selalu meluangkan waktu untuk keluarga, (4) sering ucapkan kata-kata cinta atau sayang kepada keluarga, (5) memberikan kejutan dan hadiah-hadiah kecil, dan (6) menghindari untuk membanding-bandingkan.

1. Menjaga shalat lima waktu

Shalat lima waktu adalah faktor paling penting dalam menjaga keberlangsungan keluarga, doa-doa dalam shalat tersebut menjadi hal dasar ketentraman. Karena setelah shalat kita akan menjadi lebih, tenang hati dan perasaannya. Shalat juga merupakan mediasi penghambaan mahluk kepada Khaliqnya, dia bisa mengadukan seluruh keluh kesah dan harapannya dalam shalat tersebut.

Orang tua harus mampu menggerakkan seluruh anggota keluarganya untuk menegakkan dan menjalankan shalat lima waktu, dengan memberikan keteladanan kepada seluruh anggota keluarga, atau memberikan hukuman kepada anggota keluarga yang meninggalkan shalat. Hal tersebut akan mampu memberikan dampak psikologis yang baik dalam keluarga.

2. Belajar tentang Islam

Orang tua harus mampu dan wajib menjadi teladan bagi keluarganya. Salah satu diantaranya adalah orang tua harus memberi bekal ilmu tentang Islam atau mengharuskan anggota keluarganya ’pada waktu yang telah ditentukan untuk mendengarkan ceramah lslami, menyediakan berbagai jenis buku pengetahuan Islam untuk dibaca, Ialu buatlah jadwalnya. Kapan anggota keluarga harus mendengarkan ceramah atau membaca buku.

Ini akan berdampak penting dengan keluarga, karena mereka akan memiliki banyak pengetahuan mengenai masalah agama Islam. Pada akhirnya semua anggota keluarga akan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, atau di lingkungan masyarakat.

3. Meluangkan waktu untuk keluarga

Waktu adalah sesuatu yang paling berharga yang tak ternilai dengan apapun. Meski memiliki uang berlimpah,jika kita tidak memiliki waktu untuk keluarga, misalnya untuk jalan-jalan bersama, atau hanya sekadar makan bersama di rumah, maka jangan mengharapkan akan ada kebahagiaan dalam keluarga. Maka luangkanlah waktu untuk mereka, karena meski sedikit, itu sangat berharga untuk keluarga.

4. Kata-kata cinta atau sayang kepada keluarga

Hal ini yang sering dilupakan oleh keluarga adalah terbiasa mengucapkan kata-kata cinta atau sayang, padahal ini adalah hal yang sangat ampuh dalam meraih kebahagiaan dalam keluarga. Suami harus sering mengucapkan kata-kata cinta/sayang, namun sangat berdampak luar biasa.

5. Kejutan dan hadiah

Demikian juga sesuatu yang penting dalam hubungan keluarga adalah memberikan kejutan dan hadiah-hadiah kecil, misalnya pada saat hari ulang tahunnya, suami atau istri mengucapkan selamat ulang tahun, orang tua mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih oleh putranya, dan Iain sebagainya.

6. Tidak membanding-bandingkan

Sedangkan salah satu hal yang harus dihindari dalam keluarga yaitu membanding-bandingkan keluarga kita dengan yang lain, terutama suami, jangan pernah membandingkan istri dengan siapa pun, termasuk ibunya. Misalnya jangan membandingkan masakan istri kita dengan ibu kita, jangan membandingkan istri kita dengan saudara-saudara kita. Ini akan berakibat fatal dan dalam waktu jangka panjang akan menyebabkan hubungan tidak harmonis dalam keluarga.

 

Pola Pendidikan Islam Pada Keluarga – Lentera Keluarga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *