Penanganan Masalah Gangguan Psikologis Lansia

Proses penuaan pada manusia adalah sebuah fakta. Disadari atau tidak, menjadi tua merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari kecuali oleh kematian. Semua mengetahuinya karena setiap hari melihat dengan mata kepala sendiri kehidupan orang-orang yang sudah lanjut usia, entah orang yang dekat dengan kehidupan kita sendiri atau orang lain. Informasi menarik: Renungan masa tua

Banyak orang menganggap bahwa manusia lanjut usia seperti kembali ke masa kanak-kanak sehingga memerlukan pengasuhan layaknya seorang anak kecil. Mengasuh orang tua yang sudah lanjut usia (lansia) bukanlah sesuatu yang mudah. Namun apabila kita menyikapinya dengan bijak, hal ini bisa menjadi lebih mudah.

Psikis Lansia - Lanjut usia

 

Ketahui Kondisi Mental Lansia dengan Benar

Yang pertama kali harus dipahami adalah kondisi fisik, psikologis dan sosial seputar lansia agar kita paham bagaimana melakukan pengasuhan dan penanganan yang tepat kepada para lansia. Problem yang kerap dialami lansia adalah Gangguan psikis lansia di samping gangguan fisik.

Gangguan psikologis lansia yang sering terjadi, adalah

  • Kecemasan dan Ketakutan. Terkait perubahan fisiknya, tersingkir dari kehidupan sosial, penyakit, mati dan kekurangan uang
  • Adanya kesangsian akan nilai dirinya dan manfaat bagi masyarakat
  • Mudah tersinggung dan banyak menuntut

7 kiat yang bisa dilakukan untuk gangguan psikologis lansia.

  1. Melibatkan Seluruh Keluarga. Lansia sering merasa terasing. Maka cegahlah dengan selalu mengajak mereka melakukan aktivitas yang masih sanggup mereka lakukan. Libatkan anggota keluarga yang ada seperti anak, cucu, cicit, sanak saudara bahkan kerabat umumnya dalam membantu merawat dan memberi perhatian dengan penuh kesabaran dan pengorbanan.
  2. Membantu menjaga lansia untuk mengatur cara hidupnya dengan baik, misalnya makan, tidur, istirahat, dan bekerja secara seimbang. Perhatikan makanannya, konsumsi lemak harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh, perbanyak makan buah dan sayur.
  3. Memahami dinamika psikologis lansia yang kerap muncul, seperti perasaan tidak berdaya, rendah diri, rasa tidak berguna, lemah, rasa tergantung pada yang lebih muda, mudah tersinggung, sensitif dan suka merajuk dan lain-lain. Dengan memahaminya maka akan menimbulkan rasa sabar dan empati pada diri kita dalam merawatnya. Jadi, jangan masukkan ke hati jika perkataan dan prilakunya menyinggung perasaan kita.
  4. Jagalah perasaannya dengan tutur kata dan sikap yang baik serta tidak mengatur dan memaksakan diri. Jangan sampai lansia merasa dirinya tidak mampu lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Tetap perhatikan hak orang tua sebagai pembuat keputusan dan sebagai seorang manusia yang memiliki keinginan, kebutuhan dan opini, hargai mereka.
  5. Ajak lansia untuk beraktivitas positif atau bernilai ibadah semisal pengajian, olah raga, berkebun, dan sebagainya agar tidak bosan, sesuaikan kondisinya.
  6. Biasakan berbincang dari hati ke hati dengan penyampaian yang baik, sehingga apa yang jadi beban perasaan lansia terkomunikasikan. Jangan lupa beri tanggapan positif.
  7. Kembangkan dalam diri kita bahwa berbuat baik pada lansia, akan berdampak positif bagi kelangsungan hidup kita karena merawat lansia merupakan bagian dari ibadah, maka lakukanlah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Mencegah gangguan psikologis lansia

  • Makanan Sehat. Makanan yang mengandung minyak ikan omega 3 memiliki faktor proteksi terjadinya depresi
  • Sosialisasi yang baik dan berkualitas menjadi faktor utama pencegah stres
  • Stop Merokok & Minum Alkohol. Pola hidup tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol sebenarnya mudah dihindari sejak muda
  • Jalan kaki, berlari santai, sepeda, berenang, melatih otot dengan bola basket

Semoga bisa membantu dalam menangani, merawat kaum lansia tercinta.

Sumber: Nurzainun, S.Psi, M.Si, Psi, Psikolog BKKBN

 

Penanganan Gangguan Psikologis Lansia – Lentera Keluarga

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *