Anak Berhak Mendapat Cerita Dari Orangtua

Setelah mulai dapat berbicara, anak kecil si buah hati itu sering banyak bertanya kepada ibunya tentang apa saja yang ada di sekeliling yang dijumpainya. Pada umumnya ibu akan menjawab semua pertanyaan anak itu dengan sabar sambil tersenyum bangga akan kepintaran anaknya, tetapi tidak jarang ibu menjadi tidak sabar dan menganggap anaknya ceriwis.

Selain itu, ibu atau orang tua juga sering mendongengi si buah hati tentang berbagai cerita yang menarik yang biasanya mulai dengan cerita binatang. Begitu kita mulai bercerita kepada anak, anak-anak akan meminta untuk diceritai setiap saat ada kesempatan terutama saat-saat menjelang tidur.

Anak akan mendengarkan itu semua dengan sungguh-sungguh dan begitu cerita selesai sering menunjukkan ekspresi kepuasan dan kemudian tertidur.

Jika belum puas, anak biasanya minta untuk diceritai kisah yang lain, bahkan juga sering menyela dengan beberapa pertanyaan, Selain itu, anak-anak juga sering membuka buka buku melihat-lihat gambar.

Jika belum dapat membaca, anak akan meminta kita untuk menceritakan dan atau membacakannya, atau sebaliknya kita yang berinisiatif untuk membacakan dan menceritakannya. Akan tetapi, jika sudah dapat membaca, anak akan asyik sendiri membaca, melihat gambar-gambar, dan menikmati buku-buku bacaan yang ada dan menarik yang dapat ditemukan.

Keadaan itu kini sering dapat dilihat di toko-toko buku. Di sana dapat dijumpai anak-anak yang sedang asyik melihat-lihat, memilih-milih, membolak-balik, atau membaca buku-buku yang dipajang. Jika buku-buku itu menarik hatinya, biasanya mereka meminta orang tuanya untuk membelikannya untuk dibaca di rumah.

Anak Butuh Informasi

Sebagaimana halnya manusia dewasa anak pun membutuhkan informasi tentang dunia, tentang segala sesuatu yang ada dan terjadi di sekelilingnya. Anak juga ingin mengetahui berbagai informasi tentang apa saja yang dapat dijangkau pikirannya.

Bukankah banyak dijumpai anak-anak yang suka mendengarkan orang berbicara, bahkan sering nimbrung ikut berbicara, misalnya sewaktu ada tamu di rumah. Selain butuh informasi anak juga butuh perhatian, butuh pengakuan, dan butuh penghargaan.

Berbagai keperluan anak, terutama keperluan akan informasi, haruslah diusahakan untuk dipenuhi.

Pemenuhan kebutuhan tersebut pada hakikatnya adalah kewajiban kita untuk memenuhi salah satu hak anak. Anak berhak untuk memperoleh hal-hal tersebut dalam rangka pengembangan identitas diri dan kepribadiannya.

Pemenuhan hak-hak anak adalah tugas kita orang dewasa dan hal itu merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap anak. Pemenuhan kebutuhan anak akan informasi tersebut dapat dilakukan dan diberikan lewat cerita.

Pada hakikatnya semua orang senang dan butuh cerita, terlebih anak yang memang sedang berada dalam masa peka untuk memperoleh, memupuk, dan mengembangkan berbagai aspek kehidupan.

Lewat cerita anak, bahkan kita yang dewasa, dapat memperoleh, mempelajari, dan menyikapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan, manusia dan kemanusiaan. Cerita menawarkan dan mendialogkan kehidupan dengan cara-cara yang menarik dan konkret.

Lewat berbagai cerita tersebut anak, dan sekali lagi juga kita yang dewasa, memperoleh berbagai informasi yang diperlukan dalam kehidupan. Berbagai cerita yang dimaksudkan untuk dikonsumsikan kepada anak dapat diperoleh dan diberikan, antara lain, lewat sastra anak (children literature).

 

Anak Berhak Mendapat Cerita Dari Orangtua

Recommended For You

About the Author: Keluargaku

Lentera Keluarga turut mengantar menuju masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *