Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak Menurut UNICEF

Untuk pertama kalinya dalam laporan PBB pada 19 September 2019 menyebutkan bahwa angka perempuan dan anak yang bertahan hidup pada hari ini lebih tinggi dari masa-masa sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan pencapaian hasil kinerja UNICEF dan WHO melalui perbaikan akses pada layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak

Sejak tahun 2000, angka kematian anak telah berhasil diturunkan hampir separuhnya dan kematian ibu diturunkan lebih dari sepertiga. Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO menjelaskan bahwa di negara dengan layanan kesehatan yang aman, terjangkau, dan berkualitas, ibu dan anak dapat bertahan hidup dan bertumbuh dengan baik.

Sedangkan Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan bahwa kelahiran yang dibantu oleh tenaga persalinan terampil beserta air bersih, gizi yang cukup, obat-obatan dan vaksin dasar, bisa menjadi penentu antara kehidupan dan kematian. Kita harus lakukan segala yang kita mampu untuk berinvestasi pada jaminan kesehatan universal untuk menyelamatkan kehidupan yang berharga.

Kemajuan dalam penyediaan jaminan kesehatan universal

Secara global, telah terjadi kemajuan signifikan dalam penurunan angka  kematian ibu dan anak. Sejak tahun 1990, kematian anak di bawah usia 15 tahun telah diturunkan sebesar 56% dari 14,2 juta kematian menjadi 6,2 juta kematian pda 2018. Kemajuan terbesar diperlihatkan oleh negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara yang berhasil mencatatkan penurunan kematian anak balita sebesar 80%.

Selain itu, dari 2000 hingga 2017, rasio kematian ibu turun sebesar 38%. Dalam hal ini, Asia Tengah dan Selatan* menunjukkan kemajuan terbesar meningkatkan ketahanan hidup ibu dengan menurunkan angka kematian ibu sebesar 60% sejak tahun 2000.

Belarusia, Bangladesh, Kamboja, Kazakhstan, Malawi, Maroko, Mongolia, Rwanda, Timor-Leste, dan Zambia adalah beberapa negara yang telah menunjukkan kemajuan berarti dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Keberhasilan ini dicapai berkat adanya kemauan politik untuk meningkatkan akses pada layanan kesehatan berkualitas melalui investasi pada tenaga kesehatan, penyediaan layanan kesehatan gratis untuk ibu hamil dan anak, dan dukungan pada program keluarga berencana. Sebagian besar negara ini pun berfokus pada layanan kesehatan tingkat primer dan jaminan kesehatan universal.

Namun demikian, angka perkiraan baru juga mengungkap bahwa terdapat 6,2 juta anak di bawah 15 tahun yang meninggal pada tahun 2018 dan lebih dari 290.000 perempuan meninggal akibat komplikasi kehamilan dan kelahiran pada tahun 2017. Dari total angka kematian anak tadi, 5,3 juta terjadi pada lima tahun pertama kehidupan dan, dari angka ini, separuhnya terjadi pada beberapa bulan pertama kehidupan.

Dalam periode selama dan beberapa saat setelah kelahiran, perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan. Menurut perkiraan baru tersebut, terdapat 2,8 juta ibu hamil dan bayi baru lahir yang meninggal setiap tahun, atau 1 kematian setiap 11 detik, dengan sebagian besar kematian disebabkan oleh hal-hal yang bisa dicegah.

Anak-anak menghadapi risiko kematian pada bulan pertama kehidupan terutama jika kelahiran terjadi prematur atau berat lahir rendah, mengalami komplikasi saat kelahiran, memiliki gangguan bawaan, atau terinfeksi penyakit. Sekitar sepertiga kematian ini terjadi pada hari pertama dan hampir tiga perempatnya terjadi pada pekan pertama kehidupan.

UNICEF mendukung hak dan kesejahteraan setiap anak melalui seluruh program yang dilakukan. Bersama dengan para donatur, UNICEF beroperasi di lebih dari 190 negara dan wilayah untuk mewujudkan komitmen dalam bentuk tindakan nyata dengan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membantu anak-anak di wilayah yang paling sulit terjangkau, memberikan yang terbaik untuk seluruh anak, di seluruh dunia

Menjadi donatur tidak terikat kepada UNICEF. Para donatur dapat mengajukan untuk berhenti atau membatalkan kapanpun jika mau. Jika ingin berhenti, itu hak dan ada cara berhenti donasi Unicef. UNICEF sangat menghargai dan berterimakasih kepada orang-orang yang telah bersedia gabung menjadi donatur rutin.

sumber: siaran pers di www.unicef.org.

 

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak

Recommended For You

About the Author: Keluargaku

Lentera Keluarga turut mengantar menuju masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *