Keuntungan Kehadiran Anak Dalam Keluarga

Posted on

Hampir dapat dipastikan bahwa kehadiran seorang anak dalam keluarga diharapkan bagi semua pasangan hidup. Secara umum kehadiran anak dalam keluarga dapat dilihat sebagai faktor yang menguntungkan orang tua dari segi psikologis, ekonomis dan sosial. Apa saja keuntungan kehadiran anak dalam keluarga? Simak uraian berikut ini.

Keuntungan Kehadiran Anak Dalam Keluarga

Pertama, anak lebih dapat mengikat perkawinan. Pasangan suami istri akan lebih puas dalam perkawinan dengan melihat perkembangan emosi dan fisik anak. Kehadiran anak juga telah mendorong komunikasi antara suami istri karena mereka merasakan pengalaman bersama anak mereka.

Kedua, keuntungan kehadiran anak dalam keluarga menyebabkan orang tua merasa lebih muda dengan membayangkan masa muda mereka melalui kegiatan anak mereka.

Ketiga, anak merupakan simbol yang menghubungkan masa depan dan masa lalu. Dalam kaitan ini, orang tua sering menemukan kebahagiaan diri mereka dalam anak-anak mereka kepribadian, sifat, nilai, dan tingkah laku mereka diturunkan lewat anak-anak mereka.

Keempat, keuntungan kehadiran anak dalam keluarga membuat orang tua memiliki makna dan tujuan hidup dengan adanya anak.

Kelima, keuntungan kehadiran anak dalam keluarga adalah anak merupakan sumber kasih sayang dan perhatian.

Keenam, anak dapat meningkatkan status seseorang. Pada beberapa masyarakat, individu baru mempunyai hak suara setelah ia memiliki anak.

Ketujuh, anak merupakan penerus keturunan. Untuk mereka yang menganut sistem patrilineal, seperti Cina, Korea, Taiwan, dan suku Batak, adanya anak laki-laki sangat diharapkan karena anak laki-laki akan meneruskan garis keturunan yang diwarisi lewat nama keluarga. Keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki dianggap tidak memiliki garis keturunan, dan keluarga itu dianggap akan punah.

Kedelapan, anak merupakan pewaris harta pusaka. Bagi masyarakat yang menganut sistem matrilineal, anak perempuan selain sebagai penerus keturunan, juga bertindak sebagai pewaris dan penjaga harta pusaka yang diwarisinya. Sedangkan anak laki-laki hanya mempunyai hak guna atau hak pakai. Sebaliknya, pada masyarakat yang menganut sistem patrilineal, anak laki-lakilah yang mewariskan harta pusaka.

Kesembilan, anak juga mempunyai nilai ekonomis yang penting. Di daerah pedesaan Jawa, anak sudah dapat membantu orang tua pada usia yang sangat muda. Umumnya anak mulai teratur membantu orangtua pada usia 7-9 tahun, tetapi juga ditemukan beberapa kasus anak yang membantu sejak mereka berumur 5-6 tahun. Anak-anak biasanya mengumpulkan rumput, memelihara ternak, mengolah sawah atau pekarangan, menjaga adik, dan mengambil air. Semakin besar usia mereka, semakin berat pekerjaan yang harus mereka lakukan.

 

Kehadiran Anak Dalam Keluarga – Lentera Keluarga

 

Gambar Gravatar
Lentera Keluarga turut mengantar menuju masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *