Rumah Pintar dan Masyarakat Terdidik

Posted on

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, proses pelatihan menjadi kaum yang berderajat tinggi, itu dimulai dari dalam rumah, lalu lingkungan sosialnya. Itulah sebabnya di berbagai bangsa yang berperadaban tinggi, pada setiap lingkungan sosial permukimannya, selalu tersedia balai kecerdasan dan kesehatan. Dengan balai semacam itu, warga masyarakat dapat melatih kemampuan dirinya untuk mandiri. Juga mampu secara ekonomi.

Contohnya, Rumah Pintar Acil, (digagas Ani Bambang Yudhoyono) adalah wahana yang memberi makna atas balai kecerdasan dan kesehatan itu. Tak lagi hanya tempat memperluas ilmu pengetahuan dan mendulang kearifan. Bekerjasama dengan para dokter yang mendalami herbal, juga mengembangkan berbagai inovasi herbal untuk kesehatan.

Rumah Pintar dan Masyarakat Terdidik

Rumah Pintar dan Masyarakat Terdidik

Dongeng masa kanak-kanak seringkali berisi materi yang melatih dan mengasah kecerdasan. Meski tak jarang, kita sulit membedakan kecerdasan yang disertai kearifan. Kecerdasan belaka, dapat menjebak manusia menjadi culas. Kisah tentang kancil yang cerdik, keledai yang dungu, katak yang culas, ular yang berbisa, buaya yang setia, dan fauna lainnya dengan segenap idiomnya, memperkaya khazanah kita tentang utamanya harmoni kecerdasan dan kearifan.

NASIHAT terindah yang pertama kali kita dapatkan dari orang tua adalah: jadilah anak yang cerdas, berakhlak mulia, dan saleh.

Kecerdasan yang disertai kearifan, akan membawa manusia menjadi ulul albab (insan yang berfikir) dan kemudian menjadi khashshas (elite) di lingkungannya. Tuhan memberikan kemuliaan, kepada ulul albab dan khashshas, lantaran pada merekalah sains dan teknologi sungguh bermakna dalam peradaban manusia.

Kaum terpelajar yang arif akan membawa masyarakat dan bangsa kita menjadi masyarakat yang beradab. Artinya kaum yang berakal budi: cerdas, bijak, dan bersih. Kaum yang kian tinggi kedudukan sosialnya (karena ilmu yang tinggi) kian rendah hati. Bukan kaum yang justru tinggi hatinya. Karena, kaum yang paling nista adalah yang paling tinggi hatinya, setara dengan iblis.

Kesemua itu memberi makna sangat besar dalam kehidupan mendatang. Baik dalam konteks menguatkan akses rakyat terhadap pendidikan. Juga merupakan investasi dalam konteks human investment.

Kita apresiasi kegiatan-kegiatan ini. Bayangkan, bila di setiap lingkungan permukiman terdapat sarana dan prasarana semacam ini. Plus, pelatihan reguler tentang entrepreneurship. Juga ketika anak-anak dan pemuda kita tumbuh sebagai kalangan terdidik dan terpelajar. Terbayang, akan tumbuh lingkungan yang cerdas, sehat, dan mampu secara ekonomi.

Boleh jadi, program-program tersebut, tampak sebagai sesuatu yang sederhana. Namun, ketika dikerjakan secara simultan berbasis simpati, empati, dan sinergi, akan menjadi sesuatu yang bermakna besar dan bersejarah bagi
kemajuan peradaban bangsa ini, kelak.

Hal itu mengandung makna, di tengah perubahan zaman yang terus bergolak, terbangun kesadaran untuk menjemput masa depan. Semua itu, akan sangat bermakna di masa depan, meski mungkin tak pernah kita kunjungi.

 

Rumah Pintar dan Masyarakat Terdidik – Lentera Keluarga

Gambar Gravatar
Lentera Keluarga turut mengantar menuju masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *